Pencipta virus mungkin merasa karyanya adalah bentuk kreativitas dan menyenangkan. Namun bagi korbannya, pencipta virus adalah manusia yang kurang kerjaan, tidak berperikemanusiaan dan berperikekomputeran.
Berikut penggalan kisahnya:
"Untuk para pencipta virus, membuat virus mungkin merupakan sebuah bentuk kreativitas yang disalurkan, sebuah kegiatan yang menyenangkan. Ada sensasi yang membuat mereka merasa 'hebat' dan 'cerdas' apabila berhasil membuat sebuah program yang merusak dan membuat stress banyak orang. Tapi bagi saya, pencipta virus itu - Kurang Kerjaan."
Kenapa saya bilang Kurang Kerjaan? Karena saya aneh aja kalo ada yang mau meluangkan waktunya untuk membuat sebuah program yang bisa menyengsarakan rakyat banyak, membuat para kaum Gaptek-ers menderita, membuat orang-orang yang enggak mengerti sistem registri-istilah safe mode-bahkan tidak bisa memunculkan task manager menangis pilu ketika tiba-tiba komputer mereka menjadi aneh dan tidak bisa digunakan. Sungguh suatu tindakan yang kurang kerjaan, lebih dari itu tidak berperikemanusiaan dan berperikekomputeran!! >,<
Saya pernah merasakan bagaimana sakitnya ditinggal oleh data-data penting karena sebuah virus (lupa nama virusnya) yang menjadikan semua file-file menjadi program .exe. Itu sama sekali tidak menyenangkan saudara-saudara *hiks*. Yang saya minta di sini hanyalah sebuah keadilan dalam menjalani kehidupan dunia cyber bersama, seperti Manohara yang meminta keadilan kepada kerajaan Kelantan, seperti Shaliha yang ikut-ikutan minta keadilan sama Mama Daisy *nahloh kok jadi infotainment* -Back to the Topic- Intinya saya hanya ingin mengungkapkan bagaimana sebuah Virus sesungguhnya sangat berdampak terhadap mental dan kejiwaan seorang pengguna komputer yang labil dan mudah panik (seperti saya). Karena itu bukankah jauh lebih baik jika para pembuat virus membuat virus yang menyenangkan. Misal : Virus yang dapat mempercepat download torrent menjadi 10x लिपट
detik.net
Label: News Latter


0 komentar:
Post a Comment